Langsung ke konten utama

MENCOBA IKHLAS

Apa yang kita miliki bukanlah milik kita sepenuhnya, karena kita hidup di bumi ini juga merupakan titipan. Semua yang kita miliki pun merupakan titipan. Contohnya saja, kita dilahirkan ke bumi dari rahim seorang ibu, bukan berarti kita milik ibu sepenuhnya. Kita hanya dititipkan untuk dijaga dan dirawat dengan baik. Sama halnya ketika kita memiliki seseorang, bukan berarti kita dapat memperlakukannya seperti barang milik pribadi yang tak boleh diusik oleh orang lain.
Memilikinya bukan berarti kita tahu segala sesuatu yang terbaik untuk dia. Pilihan yang menurut kita baik, belum tentu tepat untuk dia. Ketika dia memilih untuk sesuatu hal yang mungkin menurutnya itu baik, maka biarkanlah ia memilih apa yang ia inginkan. Memaksanya untuk mengikuti apa yang kita inginkan bukanlah hal yang tepat. Karena “Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah [2]:232)
Terkadang menerima keputusan yang tidak sependapat dengan kita merupakan hal yang tak mudah. Oleh karena itu agar bisa merelakan apa yang ia putuskan maka sebaiknya banyak-banyak berdzikir : Wallahu ya’lamu wa antum la ta’lamun. (Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah [2]:232))

Komentar

  1. Yuk belajar ikhlas.. Dari perbuatan yg terkecil, spt ktika azan tiba, apakah qt terpanggil hatinya utk ikhlas sholat dan sebagainya..

    Kalo doa qt blm dikabulkan oleh Allah, itu berarti ada 3 kemungkinan :
    1. Doanya ditolak
    2. Ditunda waktu dikabulkannya
    3. Dia akan memberikan yg lbh baik utk qt

    Keep ikhlas.. ^^

    BalasHapus
  2. like this.. setitik tapi diamalke kuwi luwih apik drpd akeh tur omongan ae.. yoo sinau ngamalke ikhlas.. keep ikhlas.. !!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERSESAT DALAM SOSOK YANG TAK KU KENAL

Pernahkah kalian merasa menjadi seseorang yang tidak kalian kenal? Pernahkah kalian merasa menjadi seseorang yang benar-benar bukan kalian? Pernahkah kalian merasa bahwa saya yang saat ini bukanlah saya? Jika merasakan hal tersebut apa yang akan kalian lakukan? Apakah akan meneruskan menjadi seseorang yang bahkan bagi diri sendiri itu asing?   ataukah akan kembali menjadi sosok yang kalian kenal? Tahukah kalian bagaimana rasanya menjadi sosok yang asing bagi diri sendiri??  Melakukan hal yang tak sebagaimana mestinya, tahu bahwa itu salah namun tak bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan, melakukan hal yang tidak biasa dilakukan, terus mencoba kembali menjadi diri sendiri namun terasa amat jauh untuk meraih kembali sesosok pribadi yang sebenarnya. Hmmm...hal seperti di atas kita anggap saja seperti: ☺ B umi itu berputar, maka ada siang dan malam. ☺  Roda pun berputar, maka terkadang di atas dan suatu saat akan berada di bawah. ☺ D imana ad...

Adanya Kamu di Sini

Ijinkan aku menghela nafas terlebih dahulu sebelum aku nulis ini... Houuuhhhfff... Rasanya aku tuh jadi bingung mau tulis apa, kl kamu bisa lihat apa yang aku tulis... Ga ada maksud untuk menyembunyikan apa-apa, namun tetap aneh aja sih... Tapi EGP lah.. Semuanya kan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya... So, LIVE SO MUST GO ON....

REVISI PROPOSAL

Revisi oh revisi,,,,, Seminar proposal udah... Eh,,udah tinggal revisi proposal aja rasanya males beud.. Harus cari referensi lagi, cari buku tentang plastik, and industri plastik again.... Ternyata banyak orang yang gagal di tahap pembuatan Karya Tulis Ilmiah ataupun saat pembuatan Skripsi mungkin karena memang sudah nyerah dengan hal semacam ini.... Tapi aku gak boleh  nyerah gitu z.... Ya Allah bantu hamba ini supaya semua hal dapat terselesaikan dengan baik... amin  Untuk semua temen-temen Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang di semua jurusan ataupun buat semua pelajar and mahasiswa yang lagi bayak tugas, laporan, Proposal, KTI, Skripsi, Tesis, dll.... Ayooo SEMANGAT