Apa yang
kita miliki bukanlah milik kita sepenuhnya, karena kita hidup di bumi ini juga
merupakan titipan. Semua yang kita miliki pun merupakan titipan. Contohnya
saja, kita dilahirkan ke bumi dari rahim seorang ibu, bukan berarti kita milik
ibu sepenuhnya. Kita hanya dititipkan untuk dijaga dan dirawat dengan baik.
Sama halnya ketika kita memiliki seseorang, bukan berarti kita dapat
memperlakukannya seperti barang milik pribadi yang tak boleh diusik oleh orang
lain.
Memilikinya
bukan berarti kita tahu segala sesuatu yang terbaik untuk dia. Pilihan yang
menurut kita baik, belum tentu tepat untuk dia. Ketika dia memilih untuk
sesuatu hal yang mungkin menurutnya itu baik, maka biarkanlah ia memilih apa
yang ia inginkan. Memaksanya untuk mengikuti apa yang kita inginkan bukanlah
hal yang tepat. Karena “Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS Al Baqarah [2]:232)
Terkadang
menerima keputusan yang tidak sependapat dengan kita merupakan hal yang tak
mudah. Oleh karena itu agar bisa merelakan apa yang ia putuskan maka sebaiknya
banyak-banyak berdzikir : Wallahu ya’lamu wa antum la ta’lamun. (Dan Allah
mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah [2]:232))

Yuk belajar ikhlas.. Dari perbuatan yg terkecil, spt ktika azan tiba, apakah qt terpanggil hatinya utk ikhlas sholat dan sebagainya..
BalasHapusKalo doa qt blm dikabulkan oleh Allah, itu berarti ada 3 kemungkinan :
1. Doanya ditolak
2. Ditunda waktu dikabulkannya
3. Dia akan memberikan yg lbh baik utk qt
Keep ikhlas.. ^^
ayoo.. ^_^
BalasHapusyongkruu...
like this.. setitik tapi diamalke kuwi luwih apik drpd akeh tur omongan ae.. yoo sinau ngamalke ikhlas.. keep ikhlas.. !!
BalasHapusikhlas ikhlas ikhlas ^_^
Hapus